Functional programming atau biasa kita sebut pemrograman fungsional. Pemrograman ini adalah salah satu dari sekian banyak pemrograman yang ada didunia yang dimana pemrograman ini cara penyeleseiannya dengan cara menggunakan fungsi-fungsi yang telah dibuat dan dijadikan satu. Pemrograman fungsional ini masih didasari oleh fungsi-fungsi primitif yang komposisinya mengacu pada fungsi-fungsi yang telah didefinisikan sebelumnya.
Fungsi pada pemrograman fungsional ini dibagi atas 2 type yaitu domain dan range yang masing-masing berupa type fungsi primitif dan type fungsi komposisi (bentukan). Fungsi komposisi merupakan sebuah fungsi yang terdiri atas beberapa fungsi yang telah didefinisikan sebelumnya, jadi fungsi ini bisa kita sebut kumpulan dari fungsi.
Pemrograman fungsional banyak digunakan oleh programmer jaman sekarang yang ingin menyeleseikan programnya dengan cepat dan ringkas. Karena pemrograman fungsional memiliki beberapa keuntungan yaitu tidak menggunakan banyak algoritma yang terpakai sia-sia. Namun dalam pemrograman ini kita harus lebih teliti dari pemrograman lainnya, dikarenakan pemrograman ini memiliki sebuah kotak hitam atau fungsi yang dimana harus dieksekusi satu-satu sehingga dapat menjadi sebuah program besar.
Dalam penulisan pemrograman fungsional ini agar bisa terbentuk sebuah program, biasa menggunakan bahasa ekspresi. Dan bahasa ekspresi tersebut dibagi menjadi 3 bentuk yaitu ekspresi fungsional dasar, kondisional dan rekursif.
- · Ekpresi Dasar
Ekspresi ini merupakan ekspresi-ekspresi yang biasa digunakan pada setiap bahasa pemrograman, yaitu ekpresi numerik, ekspresi aritmatika yang meliputi operasi matematika seperti pertambahan (+). Pengurangan (-), pembagian (/) dan perkalian (*). Dan ekpresi ini tidak bisa diubah-ubah, karena ekspresi ini merupakan ekspresi yang sudah paten digunakan pada setiap pemrograman.
- · Ekspresi Kondisional
- · Ekspresi Rekursif
Ekspresi Rekursif adalah ekspresi yang dimana dia bekerja dengan memanggil dirinya sendiri (rekursif langsung) atau sebaliknya, dia memanggil dirinya lewat fungsi lain (rekursif tidak langsung). Dan ekspresi rekursif kalau dipemrograman lain biasa disebut looping atau perulangan. Tetapi dalam functional programming fungsi looping tidak ada, makanya para programmer sering menggunakan ekspresi rekursif untuk melakukan pekerjaan pengulangan fungsi.
Dalam pembuatan sebuah fungsi dari functional programming ada beberapa tahapan agar dalam pembuatan fungsi menjadi teratur dan tidak berantakan, sebagai berikut :
1. Definisi
Definisi ini merupakan pendefinisikan suatu fungsi yang meliputi nama, domain dan range.
2. Spesifikasi
Spesifikasi ini berfungsi untuk menentukan pekerjaan apa yang akan dikerjakan oleh fungsi tersebut.
3. Realisasi
Realisasi mempunyai kata kunci yaitu untuk menentukan bagaimana fungsi ini bekerja dengan mengkomputasi yaitu mengolah pada nama fungsi tersebut sebuah ekpresi fungsional dengan parameter yang cocok.
4. Aplikasi
Aplikasi Adalah memakai fungsi untuk melakukan komputasi, atau memakainya dalam suatu ekspresi, yaitu dengan menggantikan semua nama parameter formal dengan nilai. Dengan aplikasi fungsi, akan dilakukan evaluasi ekspresi fungsional. | Gambar 6 : Tahapan-tahapan Penulisan Functional Programming |
Dengan mengikuti tahapan-tahapan diatas dimungkinkan programmer akan semakin mudah dalam pembuatan sebuah functional programming. Dan ini akan mempercepat pekerjaan bila menggunakan tahapan-tahapan diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar